Warung Bebas
Showing posts with label Child Health. Show all posts
Showing posts with label Child Health. Show all posts

Wednesday, July 18, 2012

Tips Memberikan Makanan Pendamping Asi Bagi Bayi

Tips Memberikan Makanan Pendamping Asi Bagi Bayi
Tips Memberikan Makanan Pendamping Asi Bagi Bayi - Seperti yang dianjurkan oleh para ahli bahwa pemberian makanan pendaming ASI  sebaiknya diberikan pada saat bayi berusia diatas 6 bulan. Namun belakangan ini, beberapa ibu sudah mulai memberikan makanan pendamping ASI lebih awal dari anjuran para ahli. Makanan pendamping tersebut biasanya berupa Susu formula. Hal ini mereka lakukan dengan alasan karena kesibukan dalam bekerja, Merusak Keindahan Payudara atau alasan lainnya, meskipun sebenarnya banyak dari mereka mengetahui bahwa ASI ekslusif selama 6 bulan tidak akan pernah tergantikan oleh susu formula terbaik dan termahal sekalipun. Selain itu, memberikan ASI kepada bayi memberikan efek yang bagus untuk kesehatan payudara bagi sang ibu karena ini bisa mencegah terjadinya kanker payudara.

Dalam kesempatan kali ini, kenzoo mencoba memberikan tips kesehatan untuk sang buah hati dalam cara memberikan Makanan Pendamping ASI. Seperti yang kenzoo jelaskan diatas bahwa makanan pendamping ASI sebaiknya diberikan saat bayi beranjak ke usia diatas 6 bulan atau bayi sudah bisa berada dalam posisi duduk. Dan disini pemberian makanan pendamping dilakukan secara bertahap baik dalam cara pemberian maupun jenis makanan yang akan diberikan pada bayi. Pemberian makanan ini harus dengan melihat respon bayi. Anda bisa memberikan sedikit sebagai pengenalan dan lihat apakah bayi memuntahkan atau menelannya. Dan jika bayi memuntahkan, sebaiknya anda segera mengganti dengan jenis makanan yang lain. Biasanya bayi menyukai makanan yang manis.

Pada tahap awal pemberian makanan pendamping ASI harus dalam bentuk lunak atau setengah cair. Konturnya seperti bubur cair, ini akan memudahkan bayi untuk menelannya. Makanan pendamping ASI yang bisa diberikan adalah jenis buah-buahan seperti, pisang, pepaya, apel, yang dihaluskan dan dicampur dengan susu formula. Buah-buahan dianjurkan pada tahap awal, karena rasanya yang manis, segar dan tidak mengakibatkan sembelit pada bayi. Pada tahap awal konturnya masih seperti bubur cair.

Ketika bayi sudah mulai tumbuh giginya, maka konturnya mulai ditingkatkan agak kasar. Ini juga seiring pencernaan sudah bisa mengolah makanan yang lebih padat(seperti bubur kasar). Disini anda sudah mulai mengenalkan sayuran ke bayi anda. karena jika bayi terlalu sering makan buah yang manis, nanti dia tidak menyukai sayuran yang tidak manis rasanya. Disini diperlukan trik dengan memberikan sayuran diantara makanan buahnya. Dan seperti dalam posting sebelumnya, ketika bayi anda mulai tumbuh giginya, anda harus memberikan perawatan ekstra untuk menjaga kesehatan mulut bayi anda.

Sayuran sebagai makanan pendamping ASI yang bisa diberikan pada tahap awal adalah wortel, kacang polong, brokoli. Yang semuanya harus dalam keadaan lembut atau diblender dulu. Anda bisa memberikannya dengan mencampur dengan kaldu atau susu formula. Sesuaikan konturnya seperti bubur cair pada tahap awal, lalu selanjutnya seperti bubur kasar.

Jika bayi mulai menunjukan tanda mulai sering lapar, maka intensitas pemberian makanan bisa lebih ditingkatkan atau meningkatkan kontur makanan pendamping ASI tersebut. Disini anda sudah bisa memberikan daging yang tak berlemak, dan masih dalam keadaan lembut. Atau ikan yang tak ada durinya. Namun harus dipastikan bayi selalu mendapatkan menu buah dan sayuran dalam setiap makanan pendamping ASInya.

Sebenarnya telur bisa diberikan sebagai makanan pendamping ASI, karena kaya akan protein yang baik bagi pertumbuhan otaknya. Namun ibu harus hati-hati, karena telur sering memicu terjadinya reaksi alergi. Jangan terlalu banyak atau sering pada tahap awal pemberiannya. Anda bisa memberikan sedikit dan lihat reaksi dalam beberapa hari kedepan. Jika tak ada hal-hal yang membahayakan, maka anda bisa memberikan telur tersebut sebagai tambahan dalam asupan gizi sang bayi. Namun selalu berhati-hati dalam intensitas pemberian telur.

Bayi berhak mendapatkan ASI ekslusif selama enam bulan pertama. Makanan pendamping ASI hanya diberikan ketika ASI sudah tidak mencukupi tumbuh kembangnya. Ingat ASI memiliki keunggulan atas susu formula dan tak tergantikan. Dan jika anda para ibu merasa produksi ASI berkurang, sebaiknya anda mengkonsumsi  makanan yang membantu memperlancar ASI anda. Untuk tips tradisional yang bisa kenzoo berikan dalam memperlancar ASI, anda bisa mengkonsumsi sayuran hijau (lembayung/daun kacang panjang) yang bisa anda masak dengan berbagai macam jenis masakan. Selain itu anda juga bisa mengganti jajanan anda dengan jagung sangrai atau yang biasa dibut Marning.

Demikian tips kesehatan pada kesempatan kali ini yang bisa kenzoo berikan kepada para sahabat. Semoga bisa bermanfaat.

Tuesday, July 10, 2012

6 Cara Melindungi Kesehatan Mulut Anak Anda

6 Cara Melindungi Kesehatan Mulut Anak Anda
6 Cara Melindungi Kesehatan Mulut Anak Anda - Seorang balita meskipun usianya masih sangat muda, mereka juga perlu mendapatkankan perawatan seperti layaknya orang dewasa. Mungkin anda sebagai orang tua balita tidak menyadari betapa pentingnya gigi susu. Sangatlah penting bagi orang tua untuk merawat gigi bayi dan menyikat gigi dari pertama kali gigi balita tumbuh.

Meskipun hal ini mungkin terdengar mengejutkan, tidak jarang kerusakan gigi adalah salah satu penyakit kronis yang paling umum dari anak usia 6 sampai 11 dan usia remaja 12 sampai 19. Kerusakan gigi bisa lima kali lebih umum dari asma dan tujuh kali lebih umum dari demam pada anak, menurut American Academy of Pediatrics. Pada usia taman kanak-kanak, lebih dari 40% dari anak-anak memiliki kerusakan gigi. Jika dalam tips kesehatan sebelumnya kenzoo pernah bagikan tentang Beberapa Jenis Penyakit Yang biasa Menyerang Mulut, Maka kali ini kenzoo hadirkan tentang cara merawat kesehatan mulut anak anda :

Berikut adalah langkah rencana yang harus Anda lakukan.

1. Mulai Oral Care Sejak Dini
Anak Anda harus mulai mendapatkan perawatan dari dokter gigi pada saat dia berumur setahun. Mendapatkan perawatan pencegahan dini bisa menghemat uang dalam jangka panjang, menurut sebuah laporan yang diterbitkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit. Laporan ini menemukan bahwa biaya untuk perawatan gigi hampir 40% lebih rendah selama periode lima tahun untuk anak-anak yang mendapat perawatan gigi pada usia satu tahun dibandingkan dengan mereka yang tidak pergi ke dokter gigi sampai kemudian.

2. Ajarkan Kebiasaan Menyikat Gigi
Kunjungan ke dokter gigi hanya bagian dari rencana untuk mendapatkan perawatan. Menyikat gigi juga penting dari awal. Banyak orang berpikir mereka tidak harus sikat gigi bayi. Jika bayi Anda memiliki bahkan satu gigi, saatnya untuk mulai menyikat gigi, katanya. "Jika ada hanya satu gigi, Anda dapat menggunakan kain kasa.

3. Gosok Dengan Kain Lembut
Bahkan sebelum bayi Anda memiliki gigi, Anda dapat dengan lembut menggosok gusi, menggunakan air bersih dengan kain lap yang lembut. Setelah ada gigi tambahan, anda sebagai orang tua bisa menggunakan sikat gigi bayi yang sangat lunak untuk menyikat gigi sang balita. Menyikat harus dilakukan dua kali sehari menggunakan pasta gigi fluoride.

4. Flossing
Flossing harus dimulai ketika dua gigi saling bersentuhan. Mintalah dokter gigi untuk menunjukkan kepada Anda teknik flossing yang tepat dan terjadwal. Juga mintalah saran dokter gigi Anda tentang kapan harus mulai menggunakan obat kumur. Anda bisa mengajarkan sang balita menggunakan obat kumur saat mereka sudah bisa meludah sendiri.

5. Berikan Bantuan dan Pengawasan
Anda bisa membantu menyikat dan membersihkan mulut dan gigi anak  anda hingga mereka bisa melakukannya sendiri tanpa bantuan anda. Namun, awasi saat mereka menggosok gigi hingga anda benar-benar merasa yakin bahwa sang buah hati mampu melakukannya.

6. Perlindungan Fluorid dan Sealant
Seperti layaknya orang dewasa, kunjungan rutin setiap 6 bulan sekali wajib bagi bayi anda. Selama kunjungan ke dokter gigi, mintalah dokter gigi jika gigi anak membutuhkan perlindungan fluoride atau sealant gigi.

Nah Itulah tadi Tips kesehatan pada artikel kali ini yang menulas tentang 6 Cara Melindungi Kesehatan Mulut Anak Anda. Dengan tetap menjaga kesehatan mulut sang buah hati, diharapkan permasalahan yang timbul akan semakin berkurang bahkan tidak ada lagi. Dengan begitu, keceriaan dan perkembangan sang bayipun tentunya tidak akan terganggu.

Bagi para sahabat yang mempunyai beberapa tips lain dan ingin berbagi pengalaman untuk para pembaca, anda bisa memberikan tips anda tersebut dengan menulisnya di kolom komentar dibawah ini. Semoga bermanfaat. 

Sunday, July 1, 2012

Penyebab Kenapa Anak Susah Tidur

Penyebab Kenapa Anak Susah TidurPenyebab Kenapa Anak Susah Tidur - Tidur adalah suatu hal kebutuhan pokok bagi setiap manusia. Kurangnya waktu tidur bisa mengankibatkan banyak hal negatif yang akan terjadi pada diri anda. Seperti yang pernah kenzoo tulis dalam artikel sebelumnya bahwa kurangnya tidur anak bisa mengakibatkan obesitas. Bicara tentang masalah tidur terutama untuk buah hati anda, berikut ini kenzoo coba hadirkan beberapa alasan kenapa sang buah hati kesulitan dalam melakukan istirahat. Karena, tentunya anda tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada sang buah hati. Yuk, kita simak alasan tersebut.

1: Dia Terlalu Muda!
Bayi yang mulai tidur sepanjang malam langsung akan menjadi legendaris dan sangat langka langka. Selama dua bulan pertama, bayi baru lahir tidur dengan jadwal teratur, sekitar 12 sampai 18 jam sehari. Pada sekitar tiga sampai enam bulan, harus mulai menjadi teratur. Dari 3 bulan sampai 1 tahun, bayi memerlukan total 14 sampai 15 jam tidur (termasuk tidur siang). Dan saat umur mulai sekitar 9 bulan, 70% sampai 80% bayi akan tidur sepanjang malam yang berarti lima sampai enam jam berturut-turut.

2: Anda Membantu Tidur Nya
Jika orang tua membantu bayi untuk tidur setiap malam, ia tidak akan belajar untuk tidur sendiri. Dan dia mungkin akan menangis untuk mendapatkan apa yang ia butuhkan, seperti perhatian orang tua untuk bisa kembali tidur. Masukkan dia ke tempat tidur saat dia mengantuk, tetapi belum tidur. Dan cobalah membiarkan dirinya tenang dan belajar untuk tidur sendiri, bahkan jika ia terbangun di tengah malam.

3: Dia Terlalu Lelah
Balita dan anak prasekolah bisa menjadi mudah marah tanpa tidur yang cukup (baca juga : Tips Menghindari Depresi Akibat Kurang Tidur). Balita dan anak prasekolah membutuhkan 11 sampai 14 jam tidur setiap 24 jam. Pada usia ini, penting untuk menjaga anak-anak pada jadwal waktu tidur teratur, bangun, dan waktu tidur siang serta waktu makan dan bermain.

4: Kegelisahan dalam Pemisahan
"Separation anxiety" bisa menambah masalah tidur. Berbicara, bernyanyi, bergoyang, Menggendong atau tambahan menyusui dapat berubah tahap menjadi kebiasaan buruk sepanjang malam. Sekitar 6 bulan, Anda dapat mendorong dia untuk kembali tidur sendiri. Selama bayi tidak muncul tanda-tanda sakit, bicaralah dengan lembut sambil menggosok punggungnya, tapi tidak menggendongnya atau memberinya makan. Lampu malam mungkin dapat menghibur balita yang takut gelap.

5: Waktu Tidur Yang tidak teratur
Melakukan hal yang sama setiap malam sebelum tidur membantu anak Anda mengenali perubahan dari yang terjaga menjadi tertidur. Buat sesuai usia, rutinitas tidur santai yang mencakup kegiatan seperti mandi, waktu cerita, makanan ringan, kemudian lampu dimatikan. Rutin harus sama setiap malam dan selalu harus berakhir di kamar anak Anda. Para ahli menyarankan Anda mulai rutin pada saat bayi Anda berusia 4 bulan.

6: Terjaga diMalam Hari
Apakah kecemasan dalam pemisahan itu disebabkan karena kurangnya rutin, atau hanya keinginan untuk mengendalikan lingkungan mereka. Beberapa anak menolak tidur atau menemukan alasan untuk tetap terjaga kemudian. Mereka mungkin meminta cerita lain, minuman, atau perjalanan kamar mandi. Pergilah ke kamar anak Anda dan bersikap tegas tapi meyakinkan. Kunjungan Anda harus semakin lebih pendek setiap kali. Beri mereka beberapa pilihan tentang waktu tidur, seperti urutan kegiatan tidur, tapi bukan waktunya.

7: Tidur Siang yang Cukup
Percaya atau tidak, jika anak-anak tidak cukup tidur pada siang hari, mereka sulit tidur di malam hari. Kebanyakan bayi membutuhkan dua atau tiga kali tidur siang. Balita membutuhkan setidaknya satu tidur siang, balita muda sering mengambil dua. Dan sebagian besar mereka masih melakukan tidur siang sampai lima kali. Menyetel ke suasana hati anak Anda. Jika dia rewel dan mengantuk, biarkan dia tidur siang. Tapi jangan biarkan dia tidur dekat dengan waktu tidur dan jangan melewatkan tidur siang.


8: Obstructive Sleep Apnea
Terkadang anak-anak tidak bisa tidur karena "sleep apnea obstruktif" yaitu suatu kejadian dimana saluran udara tersumbat, sering dengan pembesaran amandel dan jaringan-jaringan hidung yang disebut kelenjar gondok. Anak-anak dengan apnea tidur biasanya mendengkur keras dan tidur gelisah. Ini mempengaruhi sekitar 1 dari 100 anak-anak dan paling sering terjadi dari usia 3 sampai 7 tahun, ketika amandel dan kelenjar gondok mengalami gangguan. Perawatan termasuk operasi atau memakai masker hidung pada malam hari merupakan tips kesehatan yang bisa anda lakukan.

9: Mendengkur
Sekitar 10% anak tidur dengan mendengkur. Mereka bisa mendengkur karena berbagai alasan, termasuk apnea tidur, alergi musiman, gerah dari dingin, atau septum menyimpang. Jika tidur tidak terganggu, dokter anak Anda mungkin tidak akan mengobati mendengkur.
Namun Waspadai Jika Anak Anda Mendengkur,
Lihat dokter anak Anda jika anak Anda tidak tidur dengan baik karena mendengkur atau masalah pernapasan. Jika mendengkur mengganggu tidur dan bukan merupakan gejala apnea, dapat diobati dengan obat, seperti semprotan steroid hidung menyusut jaringan hidung.

10: Mimpi Buruk dan Teror Malam
Mimpi buruk biasanya tidak berbahaya. Mereka cenderung berakhir dengan masa remaja. Jika anak Anda memiliki mimpi buruk, dia mungkin sangat takut, dan ia dapat memberitahu Anda tentang hal itu. Selama teror malam itu terjadi, seorang anak mungkin takut bertindak namun mungkin masih tertidur. Tapi ketika dia bangun, dia tidak akan mengingatnya. Konsol anak Anda selama mimpi buruk yang dia alami. Pastikan ia mendapat cukup tidur dan memiliki waktu tidur rutin yang menenangkan. Bicarakan dengan dokter anak Anda jika mimpi buruk terus berlanjut.

11: Sleepwalking
Anak-anak yang memiliki teror malam juga sering berjalan dalam tidur. Ketika mereka hanya sebagian terjaga, mereka berjalan, berbicara, duduk di tempat tidur, atau melakukan kegiatan lainnya. Mata mereka mungkin terbuka, tapi mereka tidak menyadari. Kebanyakan anak-anak yang lebih besar tidur sambil berjalan. Jangan bangunkan ketika anak tidur sambil berjalan karena Anda dapat membuatnya takut. Dengan lembut membimbingnya kembali ke tempat tidur. Pastikan area sekitar dia aman: Kunci pintu dan memasang pintu pengaman di dekat tangga.

12: Alergi, Asma, dan Lainnya
Beberapa kondisi medis dapat membuat anak susah tidur. Hidung tersumbat akibat alergi, pilek, dan asma dapat membuat sulit untuk bernapas. Pada bayi, kolik, asam refluks, sakit telinga, atau nyeri karena gigi tumbuh juga dapat menyebabkan kurang tidur. Dokter anak Anda mungkin menawarkan bantuan untuk membantu anak Anda tidur lebih baik.

13: Obat umum
Kadang-kadang obat untuk mengobati kondisi suatu penyakit pada anak dapat mempengaruhi kualitas tidurnya. Dekongestan dan antihistamin untuk mengobati pilek dan alergi dapat menyebabkan susah tidur. Efek samping untuk ADD / ADHD obat sering menyebabkan sulit tidur. Jika obat yang menyebabkan terganggunya tidur anak Anda, bicarakan dengan dokter anak Anda untuk mengubah obat, dosis, atau waktu pengobatan.

14: Perubahan Jam Tidur Remaja
Perubahan siklus tidur Seorang remaja selama masa remaja, membuatnya lebih waspada di malam hari dan mengantuk di pagi hari. Biarkan dia melakukan pekerjaan rumah pada malam hari dan tidur nanti jika dia bisa. Tapi remaja masih membutuhkan sedikitnya delapan jam waktu untuk tidur. 


Berikut beberapa Hal Yang bisa anda perhatikan untuk membantu anak mendapatkan tidur yang nyenyak

Berikan DOT atau Boneka Teddy Bear

Kadang-kadang memiliki obyek yang dekat dan akrab dapat membantu anak hanyut dan lebih tenang. Dot memenuhi kebutuhan bayi untuk menghisap dan dapat mendorong tidur terutama pada anak yang menyusui. Mainan khusus seperti selimut keamanan atau boneka binatang dapat menawarkan kenyamanan juga. White noise dapat meredam suara yang membuat bayi atau balita terbangun.

Membuat Ruang Tidur Lebih Baik untuk
Sebuah ruangan yang menyenangkan dapat membuat lebih mudah bagi anak Anda untuk tidur. Pastikan ruangan yang gelap atau lampu malam kecil dan suhu yang nyaman. Anak-anak mungkin merasa nyaman dengan pakaian ringan seperti baju terusan. Menjaga ruangan yang tenang. Menutup pintu jika anak Anda dapat mendengar TV atau kegiatan di tempat lain di rumah.

Tahu Berapa Banyak Tidur yang Tepat
Apakah anak Anda terkantuk-kantukdi mejanya? Sepuluh persen dari anak-anak sangat lelah akan tertidur selama sekolah. Anak-anak usia sekolahantara 5 dan 10 tahun membutuhkan setidaknya 10 jam tidur malam. Dia harus dapat tertidur dalam waktu setengah jam dapat tertidur dan harus bangun pada waktu yang dia butuhkan untuk memulai hari nya.

Kamar Tidur Yang Bebas Technologi
Dengan akses konstan ke ponsel, komputer, dan videogame, remaja bisa tergoda untuk sms, chatting, dan bermain, bukan tidur. Tapi seperti semua anak-anak dan orang dewasa, remaja membutuhkan rutinitas santai untuk tidur. Elektronik interaktif yangbekerja pada otak akan terus membuat anak remaja terjaga dan membuatnya mengantukkeesokan harinya. Jauhkan TV, komputer, dan telepon keluar dari kamar tidur dan jangan biarkananak remaja Anda tinggal sampai larut malamdengan barang-barang tersebut.

Stres danInsomnia
Ada banyak alasan anak-anak memiliki waktu yang sulit untuk tetap tertidur. Meskipun insomnia dapat memiliki penyebab fisik, anak-anak dan remaja sering juga mengalami stres. Mereka mungkin berpikir atau khawatir tentangpekerjaan rumah, hubungan, atau kegiatanhari berikutnya. Obat tidur bukanlah sebuah jawaban dan tips kesehatan yang tepat. Bantu mereka bersantai dengan pernapasanyang dalam dan rutinitas tidur tenang.


Nah, itulah tadi beberapa hal yang menyebabkan anak anda kesulitan dalam mendapatkan tidur yang nyenyak dan juga sedikit hal yang bisa anda perhatikan untuk membantunya mendapatkan kembali waktu tidur bagi sang buah hati yang kenzoo kemas dalam Penyebab Kenapa Anak Susah Tidur. Semoga artikel ini bermanfaat buat anda.

Wednesday, June 27, 2012

Tips Olahraga Untuk Anak Obesitas

Tips Olahraga Untuk Anak Obesitas
Tips Olahraga Untuk Anak Obesitas - Tidaklah mengherankan bahwa anak-anak kelebihan berat badan sering tidak suka berolahraga. Berolahraga di depan umum bisa memalukan jika berat badan membuat lebih sulit untuk bergerak. Bahkan, hanya mengenakan celana pendek dan T-shirt didepan anak-anak lain bisa membuat mereka kehilangan kepercayaan diri.Jika dalam tips kesehatan pada posting sebelumnya kenzoo pernah bagikan tentang Mendidik dan Mempersiapkan Sekecil jadi Mandiri, Maka kali ini kenzoo mencoba ulas tentang beberapa tips untuk membuat anak anda yang obesitas menyukai dunia olahraga yang tentuinya baik bagi kesehatannya.

Sebuah studi pada tahun 2006 yang dilakukan oleh University of Florida pada 100 anak, menemukan bahwa bullying adalah alasan utama mengapa anak-anak kelebihan berat badan tidak berolahraga. Kegemukan anak diganggu lebih dari anak-anak lain, dan mereka cenderung menghindari situasi di mana mereka telah memilih pada sebelumnya, seperti kelas gym atau olahraga.

Namun menghindari berolahraga bukanlah jawabannya. Pengerasan pembuluh darah dapat dimulai sejak masa kanak-kanak pada anak obesitas dan tidak aktif. Olahraga teratur dapat membantu mengurangi risiko terkena penyakit jantung dan diabetes pada anak.

Sebagai orang tua, ada cara yang dapat Anda lakukan untuk membantu anak anda. Jika dalam tips kesehatan sebelumnya kenzoo hadirkan Tips Diet Yang Aman, maka kali ini kenzoo bagikan tips untuk membantu anak-anak obesitas menemukan kegiatan yang akan mereka nikmati dan dapat dilakukan dengan langkah mereka sendiri. Dengan dorongan dan dukungan Anda, Anda dan anak Anda dapat mulai bergerak lebih bersama-sama. Berikut adalah cara.

1. Membangun Percaya Diri

Studi menunjukkan bahwa anak-anak yang merasa lebih percaya diri tentang kemampuan mereka untuk menjadi aktif secara fisik lebih mungkin untuk berolahraga. Coba meningkatkan kepercayaan diri anak Anda dengan tips ini.

Membuat latihan yang mudah dikuasai untuk anak-anak. Semua anak ingin merasa kompeten dan efisien mandiri dalam setiap kegiatan yang mereka lakukan. Untuk memulai, pilih latihan yang tidak memerlukan banyak koordinasi ekstra dan keterampilan. Jalan cepat, bersepeda, dan berenang adalah pilihan yang baik.."

Lakukan Secara Perlahan. Sementara ahli kesehatan merekomendasikan bahwa anak-anak mendapatkan 60 menit latihan sehari, yang dapat banyak untuk anak yang belum aktif. Mulailah dengan hanya lima sampai 10 menit bermain. Misalnya, melempar Frisbee atau bermain voli hanya beberapa menit dan kemudian berhenti ketika waktunya habis. IHal ini bertujuan untuk menunjukkan pada anak-anak bahwa suatu gerakan bisa menyenangkan dan membuat mereka untuk melakukan yang lebih lagi.

Hindari game eliminasi. Beberapa game, seperti dodgeball, membuatnya terlalu mudah untuk dihilangkan dari keinginan untuk bermain. Jenis permainan ini dapat membuat seorang anak yang kelebihan berat badan merasa sadar diri.

2. Membuat Waktu Keluarga Menjadi Waktu Aktif

Salah satu cara terbaik untuk membantu anak Anda mendapatkan latihan yang lebih banyak adalah anda harus aktif bersama anak. Misalnya, bermain dengan anak Anda di taman bermain atau berenang bersama-sama bukan hanya menonton.

Mengikut sertakan seluruh keluarga yang terlibat juga akan membuatnya berpikir bahwa obesitas bukanlah suatu hal yang harus dipilih. Orang tua harus menjadi panutan dan menekankan nilai hidup sehat untuk anak-anak mereka setiap hari. Sebuah aktivitas keluarga yang mungkin sangat membantu untuk anak-anak kelebihan berat badan adalah berjalan jalan bersama keluarga atau hewan peliharaan.

3. Cari Latihan yang Tepat untuk Usia mereka

Ketika mempertimbangkan jenis terbaik dari olahraga anak-anak untuk anak Anda akan sangat membantu mereka untuk mencoba memasuki kegiatan yang bekerja dengan usia anak Anda, minat, dan kekuatan.

Anak muda dan Grade-Sekolah Anak-Anak

Jelajahi kegiatan yang berbeda. Cobalah untuk mengekspos anak usia sekolah Anda untuk kegiatan sebanyak mungkin. Pada usia ini, anak-anak sering suka olahraga tim, seperti sepak bola, basket, atau voli. Untuk anak-anak yang tidak suka olahraga tim, mencoba kegiatan seperti senam, berenang, atau tarian.

Praktek membangun rasa percaya diri. Jika anak Anda merasa sadar diri tentang berat badan, dia mungkin merasa lebih nyaman aktif di rumah atau di halaman rumahnya sendiri. Anda dapat mencoba untuk menemukan cara yang menyenangkan baginya untuk berolahraga di rumah, seperti mendirikan sebuah rintangan, dengan menggunakan video game aktif, atau bermain menangkap.

Teman Yang Lebih Tua. Jika anak kelebihan berat badan Anda enggan untuk mencoba setiap jenis latihan, mungkin akan membantu untuk menemukan mentor. Anak yang lebih muda sering melihat ke atas untuk anak yang lebih tua dan menikmati melakukan hal-hal dengan mereka. Carilah seorang teman yang lebih tua, saudara, atau tetangga untuk aktif dengan anak Anda. Ini akan membantunya melihat bahwa  berolahraga itu adalah menyenangkan.

Remaja dan Remaja

Pada usia ini, dapat menjadi sedikit rumit untuk membuat anak-anak tertarik pada kegiatan baru.

Berpikir di luar kotak. Anda mungkin perlu untuk memulai dengan perubahan kecil. Ini mungkin berarti berjalan kaki ke sekolah, mengerjakan tugas, aktif dengan teman, atau relawan. Anak remaja Anda juga mungkin tertarik dalam melakukan hal-hal aktif dengan Anda, seperti mengambil kursus yoga atau pergi berjalan-jalan. 

Aktif dengan digital. Hidupkan kecintaan anak remaja Anda pada teknologi ke dalam aktivitas. Ada berbagai macam aplikasi menyenangkan yang dapat digunakan oleh remaja untuk melacak aktivitas fisik mereka. Atau anak remaja Anda mungkin akan tertarik dalam melakukan berburu pemulung GPS dengan teman. Berburu pemulung GPS, juga dikenal sebagai geocaching, menggunakan perangkat global positioning system untuk pemain langsung ke kotak harta tersembunyi di berbagai lokasi. Selain itu, video game dapat mengobati mata katarak

4. Kontinyunitas dan kesabaran

Jika satu pendekatan atau jenis latihan anak-anak tidak langsung bekerja, jangan berkecil hati. Tidak ada jawaban yang sederhana, dan tidak ada aktivitas tunggal yang tepat untuk semua anak. Kuncinya adalah untuk tetap positif dan aktif sendiri. Tak lama, anak Anda mungkin akan mengikuti jejak Anda.

Itulah tadi tips kesehatan pada posting kali ini tentang Tips Olahraga Untuk Anak Obesitas yang bisa kenzoo bagikan buat para sahabat. Semoga bisa bermanfaat

Thursday, April 26, 2012

Cara mengetahui Gejala Autisme Sejak Dini

Cara mengetahui Gejala Autisme Sejak Dini - Dalam beberapa waktu terakhir ini , jumlah anak yang mengalami autisme mengalami kenaikan yang cukup siknifikan. Hal ini sangat memprihatinkan. Untuk mencegah ini semakin memburuk dan terjadi pada anak anda, sebaiknya ketahui gejalanya sejak dini dengan memeriksakan ke dokter sejak usia 18 sampai dengan 24 bulan. Tanda tanda peringatan untuk kemampuan sosial dan komunikasi  akan lebih cepat diketahui oleh dokter.Tapi yang lebih penting, orangtua juga perlu memahami bagaimana tanda-tanda anak mengidap autisme. Risiko sang anak mengidap autisme semakin besar jika saudaranya mengidap autisme

Sejak bayi menginjak usia 1 tahun, periksalah kondisi sosial dan emosionalnya. Biasanya, bayi berusia 6 bulan sudah bisa tersenyum kembali ketika diajak bercanda. Terkadang bayi tidak mengalami autisme, tetapi mengalami keterlambatan perkembangan yang juga sebaiknya dideteksi sejak dini.
Untuk mendeteksi adanya gangguan perkembangan mental, bayi berusia 9, 18, 24 dan 30 bulan sebaiknya diperiksa ke dokter anak. Dokter akan segera membantu jika ada kekhawatiran mengenai gangguan perkembangan anak atau jika ternyata hasil pemeriksaan autisme positif.Bayi di bawah umur 3 tahun yang didiagnosis autisme harus dirujuk ke program intervensi dini, sedangkan anak yang lebih tua bisa mendapat penanganan khusus.

Seperti dilansir oleh parenting.com, tanda tanda autisme bisa diketahui dari beberapa gejala seperti :
1. Usia 3 bulan: Bayi tidak tersenyum ketika diajak tersenyum atau berbicara
2. Usia 8 bulan: Bayi tidak ikut menatap mata ketika dipandang
3. Usia 10 sampai 12 bulan: Bayi tidak melihat arah yang ditunjuk kemudian bereaksi menatap balik orang di hadapannya.

Dan berikut ini adalah beberapa tanda tanda yang direkomendasikan oleh dokter. Jangan panik jika mengetahui salaah satu gejala dibawah ini pada anak anda. Perikskan ke dokter dan tanyakan apakah gejala yang sedang anda temukan pada anak anda benar.

-  Usia 2 sampai 3 bulan, bayi tidak sering melakukan kontak mata.
-  Usia 3 bulan, bayi tidak tersenyum ketika diajak bercanda atau mendengar suara pengasuhnya.
-  Usia 6 bulan, bayi tidak tertawa atau membuat ekspresi gembira lainnya.
- Usia sekitar 8 bulan, bayi tidak mengikuti pandangan mata ketika orang yang menatapnya memalingkan muka ke benda lain. 
-  Usia 9 bulan, bayi belum mulai mengoceh.
-  Usia 1 tahun, bayi tidak konsisten menoleh ketika namanya dipanggil.
-  Usia 1 tahun, bayi nampak tidak peduli terhadap vokalisasi, yaitu kurang merespon saat namanya dipanggil. Namun memiliki kepekaan yang tajam terhadap suara lingkungan di sekitarnya.
-  Usia 1 tahun, bayi tidak terlibat dalam vokalisasi namanya bersama pengasuh.
-  Usia 1 tahun, bayi belum dapat melambaikan tangan seolah-olah mengucapkan selamat tinggal.
-  Usia 1 tahun, bayi tidak dapat mengikuti atau melihat ke arah yang ditunjuk.
-  Usia 16 bulan, bayi tidak berkata-kata.
-  Usia 18 bulan, bayi tidak nampak memiliki hal-hal yang menarik minatnya.
-  Usia 24 bulan, bayi tidak bisa mengucapkan dua kata yang memiliki arti.
-  Setiap saat, bayi nampak kehilangan salah satu keterampilan yang sebelumnya pernah dikuasai.

Itulah tadi beberapa hal Cara mengetahui Gejala Autisme Sejak Dini. Semoga bisa bermanfaat.

Wednesday, April 18, 2012

Bahaya Softdrink Bagi Anak dan Orang Tua

Bahaya Softdrink Bagi Anak dan Orang Tua
Bahaya Softdrink Bagi Anak dan Orang Tua - Softdrink atau yang biasa disebut juga minuman yang mengandung soda ternyata kurang bagus bagi kesehatan baik bagi orang dewasa dan juga anak anak jika kita mengkonsumsinya terus menerus. Seperti kita ketahui bahwa kandungan gula yang terdapat pada softdrink yang terlalu tinggi bisa mengakibatkan diabetes dan beresiko terjadinya pengeroposan tulang. Jadi lebih baik hindarkan dari anak anda sejak dini, karena peran orang tualah yang akan menjadi penentu kesehatan bagi anak anda di kemudian hari.

Softdrink mengandung zat pewarna buatan, berbau kimia karbonat, asam fosfat, pemanis, bahan pengawet dan kafein. Kandungan gulanya rata-rata sebesar 8-12 sendok teh, jumlah yang sangat berbahaya bagi kesehatan.Dan softdrink itu sendiri sebenarnya menguras kandungan air dari dalam tubuh, sehingga diperlukan antara 8 - 12 gelas air mineral untuk pengganti dalam setiap botol softdrink. Selain itu softdrink sendiri juga tidak bisa menghilangkan rasa haus karena ini disebabkan softdrink bukanlah mineral yang diperlukan oleh tubuh. Dengan tetap tidak memasok air ke dalam tubuh kita terus - menerus akan menyebabkan dehidrasi seluler kronis, sebuah kondisi yang melemahkan tubuh pada tingkat serius.

Sebagai orang tua, andalah penentu kesehatan mereka dengan cara menyediakan jenis makanan dan minuman yang akan anak anda konsumsi. Tentunya semuanya akan anda berikan adalah yang terbaik bagi sibuah hati. 

Sebuah studi mengatakan bahwa cara terbaik untuk tidak membiasakan anak minum softdrink adalah dengan tidak menyediakan softdrink pada saaat anak sedang makan. Anda cukup menyediakan air mineral saja. Karena air mineral seperti yang kita ketahui adalah zat yang tepat yang dapat membantu pencernaan pada makanan yang dikonsumsi saat itu.

Selain itu Anda juga tidak perlu menyediakan atau membeli untuk disimpan dalam kulkas anda ketika anak sedang menginginkan. Langkah tersebut akan mengurangi keinginan anak anda untuk minum softdrink. Selain diabetes dan pengeroposan tulang, konsumsi softdrink juga ditengarai meningkatkan risiko obesitas karena mengandung kalori yang sangat tinggi. Ada banyak minuman alternatif yang bisa diberikan pada anak. Anda bisa memberikan mereka jus dengan sajian variasi buah dan sayur dengan kadar gula rendah,susu, atau hanya air putih. 

Jadi semua terserah anda, anda menginginkan anak yang sehat dan bebas dari gangguan pengeroposan tulang dan diabetes atau tidak, tentukan pilihan anda para orang tua dari sekarang. Dan buat anda para orang tua, anda bisa membuat menu sehat di Membuat Makanan Sehat Dan Bergizi.

Demikian ulasan tentang Bahaya Softdrink Bagi Anak dan Orang Tua. semoga bermanfaat.

Friday, March 23, 2012

Tips Sehat - Waspadai Jika Anak Tidur Mendengkur

Tips Sehat -  Waspadai Jika Anak Tidur Mendengkur
Waspadai Jika Anak Tidur mendengkur - Tidak semua anak-anak bertingkah yang sama ketika sedang  tidur dengan tenang, damai, mencakup pergelangan tangan di bawah dagu dan boneka binatang terselip di bawah lengan. Bagi beberapa anak, tidur adalah sesuatu yang damai. Mereka mendengkur, atau kadang-kadang berhenti bernapas selama beberapa detik kemudian pulih dengan terengah. Menurut sebuah studi baru dalam jurnal Pediatrics, masalah pernapasan terkait tidur seperti ini dapat meningkatkan kemungkinan seorang anak akan menjadi hiperaktif, terlalu agresif, cemas, atau tertekan.

Pada orang dewasa, tidur yang berhubungan dengan masalah pernapasan telah dikaitkan dengan kantuk di siang hari, kecelakaan, dan perkembangan tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes, dan gangguan kronis lainnya. Efek dari tidur yang berhubungan dengan masalah pernapasan pada anak-anak yang kurang dipahami dengan baik. Ada beberapa Kiat Kusus yang mungkin bisa sedikit di aplikasikan silahkan anda baca di Tips Sehat Cara Mengurangi Agar Tidak Lagi Mendengkur.

Para peneliti dari Albert Einstein College of Medicine di New York mengikuti kesehatan dan pengembangan lebih dari 11.000 anak yang lahir di Inggris barat daya antara April 1991 dan Desember 1992. Orang tua mereka secara berkala menjawab kuesioner tentang kesehatan dan perilaku.

Dalam studi tersebut, sekitar setengah dari anak-anak diidentifikasi memiliki kesulitan bernapas saat tidur. Penelitian lain, meskipun, menyebutkan jumlah jauh lebih rendah, antara 5% dan 10%.

Anak-anak dalam studi yang memiliki kesulitan bernapas saat tidur dari 6 bulan dan seterusnya usia lebih mungkin telah mengembangkan masalah perilaku atau emosional pada usia 7 daripada mereka yang bernapas dengan normal saat mereka tidur.

"Masalah pernapasan" termasuk pernapasan mulut, mendengkur, dan apnea. Apnea adalah istilah medis untuk sementara jeda dalam bernapas saat tidur, biasanya karena saluran napas yang menyempit, diblokir, atau floppy. Sebagai tingkat oksigen dalam aliran darah turun, otak mengirimkan sebuah "bernafas sekarang!" Sinyal yang sebentar bangun tidur, yang kemudian terengah-engah untuk udara dan mulai bernafas dengan normal-sampai siklus berulang.
Apa hubungannya?

Masuk akal bahwa anak-anak yang mendengkur atau yang memiliki apnea tidur lebih cenderung mengantuk di siang hari. Tapi bagaimana mendengkur atau apnea berkontribusi pada masalah perilaku atau emosional?


Otak melakukan banyak tumbuh dan berkembang selama masa bayi dan kanak-kanak. Ada kemungkinan bahwa masalah pernapasan malam hari selama tahun-tahun formatif menurunkan pasokan oksigen ke otak. Yang dapat mengganggu perkembangan jalur yang mengendalikan perilaku dan suasana hati. Hal ini juga mungkin bahwa masalah pernapasan mengganggu tidur, dan itu tidur terganggu atau miskin dengan sendirinya yang dapat menyebabkan masalah di otak berkembang.
Apakah pengobatan yang dibutuhkan?

Dalam studi Pediatrics, sekitar setengah dari anak-anak diidentifikasi memiliki kesulitan bernapas saat tidur. Penelitian lain menyebutkan jumlahnya jauh lebih rendah, antara 5% dan 10%. Ada banyak alasan seorang anak mungkin mengalami kesulitan bernapas saat tidur. Pilek dan alergi tentu berkontribusi dengan isian sampai hidung. Menjadi serius kegemukan dapat menyebabkan jaringan di saluran napas runtuh saat tidur, menghalangi aliran udara. Dua lainnya yang diakui dengan baik penyebabnya pembesaran amandel atau kelenjar gondok.

Jika anak Anda memiliki masalah yang mungkin berkaitan dengan tidur-gangguan pernapasan, seperti kantuk di siang hari, kinerja yang buruk di sekolah, atau akhir-onset mengompol, maka pengobatan mungkin dalam rangka. Tapi penting untuk menemukan akar penyebab masalah pernapasan. Jika alergi terhadap debu atau bahan tempat tidur adalah pelakunya, kemudian menghilangkan atau meminimalkan paparan mungkin semua yang dibutuhkan. Beberapa anak mendapatkan keuntungan dari operasi untuk mengangkat pembesaran amandel atau kelenjar gondok.

Tapi itu tidak masuk akal untuk beralih ke operasi untuk sesuatu yang mungkin terjadi, seperti perkembangan masalah perilaku atau emosional. Terutama karena studi Pediatrics hanya menunjukkan hubungan antara tidur-gangguan pernapasan dan masalah ini. Tidak bisa menunjukkan bahwa tidur-gangguan pernapasan menyebabkan mereka.

Namun, penelitian menegaskan bahwa penting untuk memperhatikan pernapasan anak Anda saat tidur. Biarkan dokter Anda tahu jika anak Anda mendengkur atau sebentar berhenti bernapas. Seperti Dr Claire McCarthy, asisten profesor di pediatrik di Harvard Medical School, menulis dalam ulasan berita di InteliHealth, "Sebuah video dapat bernilai seribu kata. Hari ini, dengan ponsel pintar begitu banyak memiliki kamera video, dapat mudah bagi orangtua untuk menunjukkan dokter mereka apa yang mereka lihat dan dengar.

Demikian Info Terkini kali ini yang mengulas Tips Sehat Waspadai Jika Anak Tidur Mendengkur. Semoga bisa bermanfaat.
Sumber : Harvard Health Publication

Wonderfull to share with you

Monday, March 19, 2012

Tips Sehat - Kurangnya Tidur Anak Memicu Obesitas

Tips Sehat - Kurangnya Tidur Anak Memicu Obesitas
Tips Sehat - Kurangnya Tidur Anak Memicu Obesitas - Info Terkini seputar Tips Kesehatan dari kenzoo mengulas masalah Kurangnya Tidur Anak Memicu Obesitas - Anak-anak di bawah lima tahun pada umumnya memerlukan paling tidak 11 jam tidur pada malam hari dan tidur siang Para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang kurang tidur pada usia dini mereka, beresiko lebih besar memiliki Body Mass Index yang lebih tinggi pada usia tujuh tahun.

Hasil riset yang dipublikasikan di situs BMJ meneliti 244 anak yang berumur antara tiga dan tujuh tahun menghasilkan kesepakatan bahwa tidur lebih banyak berkaitan dengan berat badan yang lebih rendah, yang bisa berdampak penting bagi kesehatan masyarakat.

Anak-anak yang diteliti itu ditimbang berat badan mereka setiap enam bulan sekali, tinggi badan dan jumlah lemak dalam tubuh atau Body Mass Index mereka diukur. Kebiasaan tidur mereka serta tingkat aktifitas fisik mereka juga direkam pada usia tiga, empat dan lima tahun.

Keterkaitan ini berlanjut bahkan ketika faktor-faktor resiko lainnya seperti jenis kelamin dan aktifitas fisik juga dimasukkan dalam penelitian mereka.Alasan-alasan yang diperkirakan menyebabkan keterkaitan ini adalah anak-anak menjadi punya waktu lebih banyak untuk makan dan tidur itu mengubah hormon-hormon yang mempengaruhi selera makan mereka.

Dalam analisis yang mendampingin hasil penelitian ini, Professor Fransesco Cappuccio dan Profesor Michelle Miller dari University of Warwick di Inggris mengatakan riset di masa mendatang harus "mengeksplorasi serta memvalidasikan metode yang baru yang terfokus pada perilaku, bukan obat, metode-metode memperpanjang waktu tidur anak-anak dan orang dewasa.

"Sementara ini tidak ada ruginya memberikan nasehat kepada orang bahwa kurang tidur pada malam hari secara terus menerus kemungkinan akan menganggu kesehatan orang dewasa dan anak-anak."

Dr Ian Maconochie dari Fakultas kesehatan anak-anak Inggris, Royal College of Paediatrics and Child Health mengatakan, "Anak-anak di bawah lima tahun pada umumnya memerlukan paling tidak 11 jam tidur pada malam hari dan tidur siang.

"Namun begitu, 20% anak-anak usia ini mengalami masalah tidur dan kita sudah tahu bahwa kurang tidur sangat berakibat pada kemampuan mengingat, memperhatikan, perilaku dan prestasi di sekolah. Hasil studi ini adalah tambahan pengetahuan yang sangat berguna soal pola tidur anak-anak."

Demikian Info Terkini yang kenzoo share buat Anda tentang Tips Sehat - Kurangnya Tidur Anak Memicu Obesitas kali ini. Semoga bisa bermanfaat.

Wonderfull to share with you

Friday, February 17, 2012

Video Game Dapat Perbaiki Mata Katarak


detail berita

PERCAYAKAH Anda bahwa bermain video game dapat membantu perbaikan mata katarak? Hal ini berdasarkan hasil sebuah penelitian.

Dephne Maurer dari McMaster University, Kanada, telah menemukan bahwa terapi video game selama 40 jam yang dilakukan selama empat pekan dapat membuat penderita katarak melihat sesuatu yang lebih detail dari sebelumnya.

"Setelah bermain video game bertemakan ‘action’ selama 40 jam yang dilaksanakan selama empat pekan, pasien lebih baik dalam melihat cetakan kecil, arah titik-titik bergerak, dan identitas wajah," ujar Maure, psikolog dari Universitas McMaster, sebagaimana dilansir Times of India, jumat (17/2/2012).

Pada penelitian sebelumnya, Maurer mendapatkan bahwa terapi bermain video game selama 40 jam dapat memerbaiki kondisi seseorang dengan "mata malas" atau amblyopia, gangguan otak di mana penglihatan dalam satu mata gagal untuk mengembang secara benar.

Menurut Maurer, operasi mata dan pemakaian lensa kontak tidak selalu bekerja dengan baik dan orang mengalami kesulitan visual ke masa dewasa.

Namun, beberapa efek dapat di balik jika individu mengikuti kursus singkat "terapi permainan".

"Perbaikan yang terjadi pada mereka memberitahu kita bahwa otak orang dewasa masih cukup elastis untuk dilatih mengatasi kekurangan sensorik," kata Maurer.

Maurer secara internasional dikenal karena karyanya tentang "synaesthetes", suatu kondisi yang membuat otak manusia menghubungkan indra yang berbeda.

Studi ini akan dipresentasikan pada Asosiasi Amerika untuk Kemajuan Ilmu Pengetahuan di Vancouver, dalam sesi yang disebut “The Effects of Early Experience on Lifelong Functioning: Commitment and Resilience”.